Ni, gw punya cerita. Cerita ini diambil dari kisah nyata seorang manusia yg sekarang sudah beranjak dewasa. Sorry, gw ga bisa sebutin nama aslinya (itu privacy). Sebut aja Boy.
Dia tinggal disebuah kampung di kota Tangerang. Gw akan memulai cerita ini dari awal kisah, saat dia masih SD.
Boy, , ,
Berdiri tegak di depan pintu kamarnya. Dia terdiam melihat kedua Orang tuanya yg sedang bertengkar. Dia mulai menangis. Dalam benaknya, “apa yg terjadi pada orang tua ku.”. Tak lama kemudian, dia mendapat pertanyaan yg membuatnya tercengang. “ Boy, mau ikut mama atau papa? “. Mendengar hal itu, Boy terdiam sejenak, tak luput juga kedua orang tuanya. Selang beberapa menit, dia pun membuka mulutnya, “ Boy ikut. . . mama “. Mendengar. . . apa yg dilakukan papanya sama seperti Boy, diam tanpa kata. Papa berfikir, “ Boy tak akan berkata itu tanpa ada alasan “.
Boy menghapus air matanya dan segera memeluk papanya. Seru Boy dengan nada lesu, “ Maafin Boy, Boy masih ingin meneruskan sekolah disini “. Dia berkata seperti itu, karena papanya akan pergi meninggalkan rumah. Mamanya hanya dapat berkata, “ makash ya Boy “. Masih dalam pelukan papanya, Adik Boy masuk ke kamar tempat mereka sedang berdebat. Kerana saat it adik Boy masih kecil, dia hanya diam melihat Kakaknya dan orang tuanya di sana.
BERSAMBUNG